Sabtu, 17 November 2018

My Bike My Adventure

Pada kesempatan kali ini, saya ingin membagikan kisah mengunjungi air terjun Gitgit naik sepeda. Tidak hanya sampai di parkirannya, tapi benar-benar membawa sepeda sampai air terjun.


Seperti biasa, tiap akhir pekan rute gowes saya adalah tanjakan. Sehingga hari Sabtu kemaren saya gowes ke Gitgit. 2 jam yang diperlukan untuk menaklukan 12 km tanjakan. Setelah sampai disana, penasaran saya untuk mencoba ke air terjun gitgit. Karena masih pagi, loket karcis belum buka sehingga saya bisa masuk secara gratis. Saya masuk dengan membawa sepeda, menyusuri jalan setapak selebar 2 meter menuruni tangga. Setelah berjalan 250 meter, akhirnya saya tiba di air terjun Gitgit. Air terjun ini memiliki ketinggian kira-kira 50-70 meter, dengan hembusan keras air terjun meluncur cukup kencang menyebar ke arah sekitar 10 meter dari air terjun.

Untuk yang ingin berkunjung ke air terjun Gitgit, harga tiketnya adalah 20 ribu bagi dewasa dan 10 ribu bagi anak-anak.


Minggu, 11 November 2018

Manfaat Bar Ends atau Tanduk Sepeda di MTB

Pada kesempatan kali ini, saya ingin mencoba memberi tahukan manfaat dari bar ends atau tanduk sepeda pada sepeda mtb. Setelah membelinya di bukalapak, saya langsung memasangnya.


Ternyata ada beberapa manfaat yang saya rasakan setelah memasang benda tersebut. Salah satunya adalah kenyamanan pada tangan saat persepeda, dimana kita bisa menggegan stang dengan lebih banyak variasi.

Selain itu, ketika saya melakukan gowes tanjakan seperti ke Gitgit atau Selat, ternyata bar ends ini sangat membantu ketika melibas tanjakan. Namun ada pula sedikit kelemahan dari benda tersebut, salah satunya adalah ketika ingin mengerem, tangan harus cepat kembali ke posisi semula.

Dengan adanya bar ends atau tanduk sepeda tersebut, kegiatan gowes saya semakin menyenangkan, apalagi ketika jalan menanjak, kita tidak perlu lagi merasa khawatir.

Gowes Anturan-Selat

Pada kesempatan kali ini saya ingin menceritakan tentang kegiatan gowes saya hari ini. Hari ini Minggu, seperti biasa saya gowes pagi mulai pukul 05.45 wita. Saya awali gowes dengan menuju Lovina, saya tiba disana sekitar pukul 06.30. Setelah sampai disana saya duduk di tempat peristirahatan sambil menikmati pemandangan. Tak lama kemudian datang menghampiri dua wanita yang juga sedang gowes meminta tolong untuk memperbaiki pedal sepedanya yang rusak. Setelah dibantu seorang bapak pemotor, akhirnya pedalnya berhasil diperbaiki. Setelah berkenalan dengan Ema dan Yuni, ternyata mereka berdua berasal dari Dencarik. Tak terasa sudah hampir pukul 9 dan matahari mulai terik, sehingga kami memutuskan untuk balik.

Setelah dipertigaan jalan keluar Lovina kami pun menuju tujuan masing-masing. Saya melanjutkan tujuan awal untuk gowes ke Selat, sekitar pukul 08.42 wita saya tiba di jalan masuk pertigaan Selat. Setelah gowes menanjak sekitar 5 km yang saya tempuh dalam waktu 35 menit, saya akhirnya tiba di sebuah pertigaan. Setelah bertanya pada seorang Ibu disana, saya memutuskan belok kanan di pertigaan tersebut. Ternyata jalannya lumayan jauh dan ada beberapa tanjakan yang cukup berat yang harus dilewati.

Setelah lebih dari 30 menit menggowes, akhirnya saya tiba di jalan raya Anturan. Jam menunjukkan pukul 09.45 wita dan saya harus tiba di RS Kertha Darma Husada untuk bertemu teman saya. Setelah 30 menit bersepeda saya akhirnya tiba di KDH sambil sebelumnya membeli minuman sari tebu untuk memulihkan stamina. Setelah urusan selesai, saya menuju rumah lewat gempol. Sekitar pukul 10.50 wita akhirnya saya tiba di rumah dengan selamat.


Kamis, 08 November 2018

Gowes dari Singaraja menuju Gitgit

Pada kesempatan kali ini, saya ingin membagikan pengalaman saya tentang gowes dari Singaraja menuju Gitgit. Bagi yang ingin mencoba gowes ke Gitgit ada baiknya untuk latihan beberapa tanjakan terlebih dahulu seperti di jalan Srikandi menuju Sambangan. Persiapan saya pun bisa dibilang cukup panjang untuk bisa menaklukan tanjakan menuju ke Gitgit.

Persiapan awal bagi yang baru saja menggeluti olahraga sepeda adalah melakukan latihan endurance dengan tahapan 10 km kemudian 20 km, lalu 40 km dan 60 km. Jika sudah bisa melalui 60 km bisa dikatakan endurance mulai terbangun, dan jika mau mencoba boleh dicoba 80 km hingga 100 km. Setelah endurance terbangun, barulah ke tahap selanjutnya berlatih tanjakan. Untuk awal-awal boleh lah mencari tanjakan yang tidak terlalu panjang, dan jika kaki sudah mulai terlatih boleh mencoba mencari rute dengan tanjakan yang lebih menantang.

Setelah kaki sudah lumayan kuat, barulah gowes ke Gitgit bisa dilaksanakan. Saya berangkat dari rumah sekitar pukul 05.45 wita, menuju jalan gempol lalu belok kiri menuju ke Selatan. Bisa dikatakan tanjakan sudah dimulai sejak di ujung akhir jalan gempol dan terus menanjak namun dengan kemiringan masih bisa dilalui tanpa kehabisan nafas. Barulah setelah terminal Sukasada tanjakan mulai cukup berat, awalnya saya cukup lancar di 1 km awal selepas terminal Sangket. Namun setelah melewati beberapa tanjakan yang kemiringannya cukup tinggi, akhirnya saya kehabisan nafas juga. Saya menepi ke pinggir sambil mengatur nafas, dan sebersit di pikiran saya bahwa perjalanan ini saya rasa terlalu berat, namun setelah 10 menit mengatur nafas dan meneguk sedikit minuman, stamina saya kembali perlahan. Saya putuskan untuk melanjutkan perjalanan sedikit demi sedikit, beruntunglah saya bertemu seorang goweser yang seakan membuat semangat saya terpacu untuk bisa sampai di Gitgit.

Perlahan-lahan akhirnya tanjakan demi tanjakan saya lalui, walau kadang di tengah tanjakan saya harus menepi karena kemiringan tanjakan yang cukup tinggi dan panjang. Setelah hampir 1,5 jam bersepeda saya akhirnya sampai di gapura yang bertuliskan desa Gitgit, dari sini menuju tempat tujuan yaitu tempat parkir air terjun Gitgit masih 1,5 km lagi. Setelah setengah jam akhirnya saya sampai di tempat tujuan, sebelum sampai puncak saya sempat bertemu goweser tadi yang sudah terlebih dahulu balik dan dengan kata-kata penyemangat "ayo terus, terus, terus" membuat saya semakin semangat untuk sampai tujuan.

Sesampainya di tempat parkir, sekitar pukul 7.40 wita, hampir 2 jam, saya sempatkan beristirahat sejenak sambil membeli minuman botol untuk menggati cairan tubuh yang hilang. Perjalanan turun tidak perlu diceritakan, karena sangat mudah dan mungkin hanya memerlukan waktu 15-20 menit sampai di terminal Sangket, namun harus juga berhati-hati agar tidak terjatuh.

Sesampainya di terminal Sangket, saya belok kiri menuju Sambangan, saya ingin mencoba melewati tanjakan ekstrem yang kemiringannya 45-50 derajat dengan panjang 50-100 meter kira-kira. Namun karena mungkin tenaga sudah lelah, saya hanya bisa melewati setengah tanjakan dan sisanya saya menuntun sepeda saya sampai diatas. Sesampainya dipertigaan Sambangan saya belok kanan ke jalan Srikandi, setelah 10 menit saya sampai di lampu merah Bhakti Seraga lalu belok kanan, kembali menemui tanjakan, namun sukses saya taklukan.

Setelah hampir 3 jam bersepeda plus beristirahat, saya akhirnya sampai di rumah dengan selamat.


Minggu, 04 November 2018

Pelepasan Jelajah Sepeda Nusantara di Tamkot Singaraja

Hari ini Minggu, 4 November 2018 saya awalnya hanya berencana untuk gowes seperti biasa ke Lovina. Namun setelah sampai di Lovina dan beristirahat sejenak, tibalah rombongan fun bike dalam rangka pelepasan etape 3 jelajah sepeda nusantara. Saya yang awalnya iseng sekedar bersepeda, akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan rombongan fun bike, soalnya jarang-jarang saya dapat kesempatan gowes rame-rame, biasanya saya gowes sendirian.

Rute pulang dari pantai Lovina lurus lalu menuju jalan alternatif jalan desa Kalibukbuk-Anturan. Rute ini cukup menantang dan seru, apalagi gowes rame-rame benar-benar memberi semangat extra. Jalan dengan kontur tanjakan di beberapa titik, menjadi tantangan tersendiri buat peserta. Saya yang cukup bagus dalam tanjakan, beberapa kali berhasil menyalip beberapa peserta, namun ketika jalan kembali datar, saya kembali disalip.

Tak terasa sudah 40 menit gowes, tujuan finish di tamkot sudah semakin dekat, dan sekitar 10 menit dari tanjakan di Bhakti Seraga, saya pun sampai di garis finis. Di sini saya sebenarnya bukan peserta, namun tetap mendapatkan medali sebagai tanda bukti mengikuti fun bike.

Setelah acara pelepasan atlet jelajah sepeda nusantara, saya kemudian pulang karena acara selanjutnya adalah pembagian doorprize. Secara keseluruhan acara ini bisa dikatakan cukup sukses dan menyenangkan, semoga tahun depan kembali diadakan.


Selasa, 30 Oktober 2018

Ganti Livery Old CB150R dengan RWB

Hari ini saya sempatkan diri untuk mengganti striping atau livery motor old cb150r saya dengan livery rwb. Motor saya yang awalnya berstriping putih biru, sengaja saya ganti agar memperbarui suasana berkendara. Langsung saya menuju ke tukang stiker setelah striping yang saya beli online tiba pukul 11.30, sebelumnya saya sudah sepakat soal harga dengan tukang stiker bahwa biaya menutup striping dan pemasangan adalah 80.000. Mengapa ditutup tidak dilepas, karena menurut tukang stiker, striping motor honda sulit untuk dilepas. Setelah lebih dari satu jam, akhirnya pengerjaan kelar, dan ini hasilnya:


Lumayan bukan, total biaya adalah 140 ribu, tidak terlalu mahal bukan.

Senin, 29 Oktober 2018

Mengelilingi Bali Barat Dalam 7 Jam

Sabtu lalu saya mendapatkan kesempatan untuk melakukan perjalanan mengililingi setengah pulau Bali bagian barat. Perjalanan ini saya awali pada pukul 06.00 wita, saya berangkat dari rumah saya di Singaraja. Setelah 2 jam lebih berkendara, saya akhirnya sampai di Gilimanuk, perjalanan ini melintasi jalanan Bali bagian utara atau pesisir utara Bali. Sampai di Gilimanuk saya beristirahat sejenak untuk meregangkan kaki sejenak, setelah itu saya lanjutkan perjalanan ke Timur sebab Gilimanuk adalah ujung Bali bagian barat. Setelah 2 jam lebih berkendara, saya akhirnya tiba di pertigaan menuju ke Pupuan, dari pertigaan ini saya melanjutkan perjalanan ke pertigaan di Pupuan yang menghabiskan waktu kira-kira 1 jam. Di pertigaan ini saya belok ke kanan menuju ke Bubunan di Seririt, dari pertigaan ini sampai di seririt kira-kira membutuhkan waktu 30 menit lebih. Dari Seririt ke Singaraja juga membutuhkan waktu 30 menit, jadi jika ditotal waktu yang dibutuhkan kira-kira 7,5 jam termasuk waktu istirahat di jalan.